Latest News Feed

001-0000-071

Kepedulian Sosial Sukanto Tanoto Pada Masa Krisis

Sukanto Tanoto adalah seorang pengusaha yang sukses dan ia tercatat salah satu orang yang berpengaruh dalam bidang bisnis. Perusahaan Royal Golden Eagle yang ia dirikan pada tahun 1973 memiliki aset senilai 15 miliar dolar Amerika. Selain itu juga, ia memperkerjakan hingga 50 ribu karyawan. Anak perusahaan yang ia kelola pun beragam dari kayu lapis, pulp and paper, energy, kelapa sawit, hingga serat viscose.
Pada tahun 1981 ia bersama sang istri mendirikan sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar di Besitang, Sumatra Utara, dan hal itupun berkembang pesat. Lembaga yang ia dan istrinya dirikan adalah Tanoto Foundation, yang mana dijadikan sebagai sarana untuk merealisasikan salah satu mimpinya, yakni memberantas kemiskinan di Indonesia. Ia tahu betapa pedih hidup kekurangan seperti yang pernah dirasakannya. Maka, Sukanto Tanoto berharap agar orang lain tidak bernasib seperti dirinya pada zaman dulu. Ia percaya bahwa setiap orang harus mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan potensi dirinya secara cukup. Oleh karena itu, Tanoto Foundation bekerja sama dengan masyarakat dan mitra-mitra lainnya untuk mengatasi akar penyebab kemiskinan. Kami memfokuskan kegiatan kami di daerah pedesaan, di mana kemiskinan masih banyak ditemui.
Sampai saat ini, Tanoto Foundation telah aktif melakukan berbagai kegiatan pemberantasan kemiskinan. Mereka memudahkan akses pendidikan dengan memberi beasiswa. Selain itu, dukungan berupa pelatihan pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam berbagai bentuk. Semua masih ditambah dengan kiprah pembenahan infrastruktur dan fasilitas untuk peningkatan kualitas hidup.
Dahulu saat Indonesia sedang diterjang krisis moneter yang parah hingga nilai tukar rupiah dibanding dollar Amerika Serikat menurun drastis. Hal tersebut sangat berpengaruh pada masyarakat sekitar dan akibatnya sangat fatal sampai nilai utang melonjak drastis. Namun itu tidak berdampak gulung tikar atau apapun untuk Sukanto Tanoto meski pada nyatanya hal tersebut juga dialami oleh mereka. Namun, Sukanto Tanoto tidak mudah menyerah. Ia sadar dirinya adalah pemimpin usaha yang menghidupi banyak orang. Maka, ia bertekad mempertahankan eksitensi perusahannya supaya nasib para karyawannya terjaga.
Akibatnya, ia menjual aset yang berada di Tiongkok untuk membayar hutang yang jatuh tempo. Selain itu juga, ia menginvestasikan sisa dama yang ia miliki untuk memutar roda perusahaan.hal itu dimaksud agar lapangan baru karena ketika itu pemutusan hubungan kerja ada dimana-mana.
Krisis hebat itu tidak hanya mengajarinya untuk mengambil keputusan berat. Bersamaan dengan itu. Alih-alih hanya berupaya mempertahankan bisnis, ia justru berusaha keras membantu masyarakat yang juga terpukul akibat krisis moneter.
Ia juga mengatakan bahwa harus terus memerhatikan masyarakat sekitar, tidak hanya para karyawan, tapi juga komunitas dan tidak terbatas pada mendidik masyarakat dengan membangun sekolah. Masyarakat harus makan, mereka harus bertahan hidup. Jadi ketika pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, para pengusaha harus masuk untuk segera memenuhi kebutuhan tersebut. Berikut ini adalah kepedulian sosial Sukanto Tanoto pada masa krisis.

source : http://www.aprilasia.com/en/sukanto-tanoto , http://www.profilpedia.com/2016/12/biografi-sukanto-tanoto-pengusaha.html

  • 1 week ago