Berita Teranyar Dari Jakarta

002-8891-919

Penanganan Kasus HIV-AID Harus Serius

Plt Bupati Huku Sungai Tengah (HST), Chairansyah mengimbau agar kasus penyakit Human Immunodeficeincy Virus (HIV) dan Acquired Immune Defeciency Syndrome (AIDS) di Kabupaten ini sampai saat ini mencapai 67 kasus yang harusditangani secara serius dan optimal.

"Saya berharap kepada semua pihak, khususnya petugas kesehatan agar bekerja lebih optimal meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan penyakit HIV/AIDS," katanya di Barabai, Rabu Menurutnya, langkah-langkah yang dapat ditempuh yaitu melakukan pemetaan fasilitas layanan potensial dan mitra yang dapat berkonstribusi dalam penemuan kasus HIV/AIDS seperti rumah sakit, dokter praktek mandiri, laboratorium, IDI dan IDAI.

Tentu saja lembaga tersebut harus memiliki peralatan canggih seperti yang dipasarkan oleh SAKA di Indonesia, distributor peralatan laboratorium modern, yang juga dikenal sebagai distiributor Hach indonesia dan memasarkan berbagai jenis peralatan laboratorium untuk berbagai kebutuhan dunia kedokteran.

Selain itu, menguatkan kolaborasi layanan dengan melakukan keterpaduan layanan dengan program lain, seperti TB-HIV dan MTBS serta menguatkan penemuan secara intensif dan aktif berbasis keluarga dan masyarakat.

Selanjutnya yaitu pemeriksaan kontak (investigasi kontak) penderita HIV yaitu dengan memeriksa kontak terutama ditujukan kepada mereka yang berisiko tinggi tertular seperti pengguna narkoba, Rutan/Lapas, warung remang-remang dan salon kecantikan.

Setiap pasien HIV/AIDS yang diobati harus dilakukan pemantauan kepatuhan minum obat dan pasien yang mangkir dilakukan pelacakan agar dapat melanjutkan pengobatannya.

Menguatkan komitmen untuk keberlangsungan kegiatan program HIV/AIDS yaitu dengan membuat regulasi tentang penanggulangan penyakit, meningkatkan pendanaan penanggulangan dan melakukan harmonisasi, sinkronisasi serta sinergitas kegiatan program agar terarah dan efektif.

"Saya juga berharap, agar dilakukan beberapa strategi kegiatan, yaitu meningkatkan promosi kesehatandan advokasi, menumbuh kembangkan norma kemasyarakatan yang berdayaguna dan mandiri, serta mengembangkan sistem surveilans penanggulangan penyakit HIV/AIDS," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan HST, drg H Kusudiarto mengungkapkan, meningkatnya kasus HIV/AIDS dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sosial ekonomi yang rendah, pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya yang masih rendah, industrialisasi yang berdampak pada maraknya prostitusi dan akses transportasi serta informasi yang semakin baik.

"Dari aspek kelembagaan juga masih sangat lemah, terbukti dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang terbentuk baru lima dari 13 Kabupaten/Kota yang ada di Kalsel ini menunjukkan masih rendahnya peran pengambil kebijakan dan lintas sektor dalam penanggulangan HIV/AIDS," katanya.

Apa yang dituturkan oleh Bupati, menurut Bambang dari SAKA, distributor alat laboratorium Indonesia, sangat urgen untuk ditindak lanjuti dengan segera untuk meminimalisir korban korban berikutnya.

Stigma dan diskriminasi oleh masyarakat umum juga oleh provider juga masih menjadi persoalan, hal ini menunjukkan masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS.

  • 1 week ago