POrtal information

001-0000-071

Warga Bangkinang Bisa Kuliah Ke Luar Negeri Berkat Dukungan PT RAPP

Salah seorang warga Bangkinang beruntung karena bisa mendapatkan beasiswa sekolah yang diberikan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP). Sebelum dia berangkat melanjutkan pendidikan magisternya di Asian Institute of Technology pada tahun 2010 silam, Sri Wahdini Rahmi atau akrab dipanggil Nani ini bekerja di sebuah universitas Siwijaya (Unsri) Palembang pada tahun 2007. Sebelum ia dikirim oleh PT RAPP, ia mengatakan bahwa sewaktu kuliah ia belum pernah melihat pabrik sebesar dan di PT RAPP lah ia melihat bagaimana industri benar-benar bekerja. Mahasiswa yang kuliah di bidang Teknik Kimia ini, terkesan pada bagian recovery boiler
Hingga kini, ia merasa beruntung karena bisa diterima bekerja lewat program Graduate Trainee karena setelah beberapa tahun kemudian, ia ditunjuk atasannya sebagai satu-satunya perempuan dari lima kandidat yang diajukan untuk memperoleh program beasiswa penuh S2 ke Negeri Gajah Putih. Selain itu juga, bisa bekerja di RAPP adalah sebuah keberuntungan yang mana merupakan incaran mahasiswa di Riau. Namun tetap saja akan ada hal akan menguji mental terjadi, dan benar selama menemuh pendidikan tinggi di luar negeri sangatkan menguji mental Nani. Dia merasa tidak percaya diri karena belum mengetahui bagaimana negeri yang akan ia tinggali dan bahasa yang digunakan disana sepenuhnya menggunakan bahasa inggris. Disisi lain Nani juga berfikir apa bisa mengejar target-target pendidikan serta ibunya akan tinggal sendirian.
Tetapi semua hal itu bisa terbayar karena Nani bisa melihat dunia lain dengan pola pikir yang tidak sama dengan masyarakat Indonesia.
“Misalnya orang Indonesia kalau tidak cocok dengan suatu ide akan langsung berargumen namun jikalau orang luar akan mengatakan 'Ok that's good idea, tetapi bisakah kita cari ide yang lebih bagus?' Jadi mereka tidak langsung negatif dan membuat orang demotivasi. Namun tetap, banyak orang Indonesia yang memiliki kemampuan lebih bagus dibanding orang-orang dari negara lain,” ungkap Nani.
Nani berada di divisi yang disebutnya Continuous Improvement. Dengan kata lain, divisinya berkutat di bidang perbaikan yang bersifat berkelanjutan. Dalam hal ini, dia bekerja bagaimana agar proses produksi bersifat efektif dan efsien seraya meningkatkan kualitas. Dari semua yang diperolehnya ini, Nani melihat bahwa beasiswa dari perusahaan tempatnya bekerja cukup menyeluruh. Sampai sekarang dia tidak menyangka akan mendapatkan beasiswa tersebut karena sejak dulu dia selalu berfikir hanya orang bagian produksi yang akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Selain dirinya, ada dua orang lagi yang dikirim oleh mereka dan dapat di ITB. Dengan adanya hal tersebut, dia merasa terkesan dan perhatiannya terhadap kesetaraan pendidikan membuatnya ingin menitipkan pesan terutama kepada anak-anak yang masih muda untuk meraih level pendidikan setinggi mungkin selagi ada kesempatan

sumber : http://www.aprilasia.com/en/sukanto-tanoto

  • February 2018